by smawarga | Oct 29, 2021 | Kegiatan Umum
FPGL merupakan perhimpunan Guru yang menggagas tentang hal seputar literasi di kalangan pendidik dan peserta didik. FPGL yang diketuai oleh bapak Wijiatmo, S.H., M.H. yang adalah pengajar di SMA WARGA Surakarta, akan mengadakan acara Deklarasi Forum Pena Guru Literasi se Jawa Tengah dan Pameran Buku karya guru dan siswa yang berasal dari Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.
Kegiatan ini diadakan pada hari Kamis, 28 Oktober 2021 bertempat di SMA WARGA Surakarta, dihadiri oleh Ketua PGRI Kota Surakarta, bapak Drs. Wahyono, M.Pd. dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, bapak Suratno, S.Pd., M.Pd. Juga segenap tamu undangan, bapak/ibu Guru perwakilan dari beberapa Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, serta siswa-siswi yang mengikuti lomba puisi.
Peresmian Monumen Pena SMA WARGA dilakukan oleh Ketua Umum Yayasan Pendidikan Warga, bapak Sulistyono, didampingi Executive Director YPW, bapak Ananta Kristanto, S.T., M.Pd. dan Kepala Sekolah SMP dan Kepala Sekolah SMA Warga Surakarta, juga Ketua FPGL Jawa Tengah.


SELAMAT ATAS DEKLARASI FORUM PENA GURU LITERASI (FPGL) Jawa Tengah.
by smawarga | Jun 29, 2019 | Kegiatan Sekolah
Kegiatan literasi memang kita akui menurun di kalangan anak muda sekarang ini. Maka untuk menumbuhkan kegiatan tersebut, SMA WARGA Surakarta bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan pembimbingan literasi secara Aktif, Kreatif, Inovatif, dan produktif bersama Dr. M. Rohmadi, S.S., M. Hum. yang bertugas sebagai Kepala UPT Perpustakaan UNS sekaligus Dosen Pascasarjana UNS
by smawarga | May 13, 2019 | Kegiatan Umum
Dalam kegiatan diskusi terpimpin (FGD) di lantai 2, Ruang Kepala UPT Perpustakaan UNS, yang dipimpin langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan UNS, Muhammad Rohmadi bersama Purwoto, Agus, dan Anda selaku tim penggerak Gerakan Literasi Sekolah di SMA Warga Surakarta disepakati bahwa Perpustakaan UNS mendukung penguatan dan pengembangan budaya literasi di SMA Warga.
Hal ini dilakukan dalam beberapa diskusi yang dirajut dalam topik literasi sekolah untuk mewujudkan sekolah literasi dan perpustakaan sekolah, sebagai pusat sumber belajar dan literasi bagi peserta didik. Selain itu, program ini untuk mendukung program pemerintanh untuk penguatan GLS.

Percepatan dan penguatan minat baca untuk peserta didik, guru, dosen, dan mahasiswa harus dilakukan secara sinergis dan berkelanjutan. Hal ini untuk mendorong terwujudnya kesepakatan forum ekonomi dunia, bahwa untuk memasuki abad XXI, semua generasi dan masyarakat harus menguasai keterampilan enam literasi dasar, yakni literai membaca dan menulis, literasi numerik, literasi digital, literasi keuangan, literasi Sains, dan literasi kewarganegaraan & budaya. Dengan demikian, semua generasi dan masyarakat di abad XXI diharapkan melek literasi.
“Proses dan upaya menumbuhkembangkan literasi di sekolah harus dilakukan pembiasaan sejak dini. Bukan sekadar membaca lima belas menit, tetapi harus ada upaya pembiasaan diri untuk berliterasi dengan RATULISA (rajin menulis dan membaca) untuk meraih bintang, memeluk bulan dan matahari bukan sekadar imajinasi,” terang Muhammad Rohmadi selaku Kepala UPT Perpustakaan UNS dan Pegiat Literasi di Lembaga Literasi Arfuzh, Senin (13/5/2019). SOLO, solotrust.com
by smawarga | Sep 26, 2018 | Kegiatan Umum
Pada hari Selasa, 25 September 2018 sebanyak 40 siswa-siswi SMA WARGA Surakarta berkesempatan untuk mengikuti Workshop Jurnalistik yang diadakan di Griya Solopos di jalan Adi Sucipto, Karangasem, Laweyan, Surakarta. Workshop ini merupakan salah satu kegiatan dari ekstrakurikuler jurnalistik yang ada di SMA WARGA Surakarta bekerja sama dengan LPJS (Lembaga Pelatihan Jurnalistik Solopos). Harapan dari kegiatan ini yaitu untuk mengembangkan wawasan jurnalistik, mengembangkan minat bakat siswa di bidang penulisan jurnalistik dan menopang kegiatan literasi.
 |
 |
Jurnalistik gabungkan kerja otot dan kerja otak, dimana seorang jurnalis dituntut untuk bisa melakukan reportase dan sekaligus menulis berita dari reportase yang sudah ia lakukan. Hal ini disampaikan oleh Redaktur Solopos, yakni bapak Danang Nur Ikhsan kepada peserta workshop. Beliau juga menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat para siswa menjadi seorang jurnalis, yakni saat memburu berita, mereka harus memerhatikan setiap detail objek yang diliput. Dan juga seorang jurnalis tidak harus terpaku pada draf pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya. “Jika ada celah bertanya, kejar lagi”, ujarnya, dan “jangan tergantung pada alat perekam”.
 |
 |
Jurnalis hendaknya memaksimalkan pancaindera. Dengan pancaindera mereka bisa menceritakan secara terperinci sesuatu, misalnya kondisi ruangan ataupun penampilan seseorang. Jurnalis juga dilarang berasumsi, maka dia harus bertanya untuk mendapatkan kebenaran berita yang akan dia tulis. Pemateri lainya, bapak Ahmad Mufid Aryono menjelaskan mengenai jurnalistik dasar, diantaranya berita langsung dan berita ringan. Berita harus sesuai fakta yang ada.
